Pendaratan Mesin Ruang Angkasa di Planet Lain Untuk Pertama Kalinya

Belum pernah sebelumnya, manusia secara langsung bisa melihat mesin ruang angkasa yang mendarat di planet lain sampai sekarang.

Pada hari senin, NASA merilis video yang memperlilhatkan pemandangan permukaan planet mars. Sebuah kamera merekam pelepasan parasut, dan kamera lainnya merekam detik-detik terakhir pendaratan.

“Saya bisa, dan telah, menonton video-video itu selama berjam-jam,” kata Al Chen dari NASA, pemimpin entri, penurunan, dan pendaratan untuk Perseverance. “Saya menemukan hal-hal baru setiap saat. Saya mengundang Anda untuk melakukannya juga.”

Pada bagian pertama dari video ini menampilkan parasut yang dilepaskan dengan tembakan mortis dengan kecepatan 100 mph. Yang akhirnya parasut tersebut terbuka secara penuh di 150 kaki di bawah pesawat ruang angkasa dalam satu detik. Kemudian mengembang dalam 0,7 detik. Tali parasut terlihat tidak ada yang terbelit. Ini pertama kalinya para ilmuwan bisa mengamati dari dekat peluncuran parasut di atmosfer Mars yang tipis. “Kami akan mempelajari video ini selama bertahun-tahun,” kata Chen dalam konferensi pers.

Kemudian di ketinggian atmosfer yang lebih rendah, diperlihatkan proses pelepasan dari pelindung panas yang menjauh dari mesin penjelajah. Muncul bintik-bintik putih, kemungkinan es. Satu dari delapan pegas yang menghubungkan pelindung panas ke mesin penjelajah pun melonggar. Tak lama pelindung panas pun menghilang, dan mesin penjelajah pun mendarat dengan mulus.

Rekaman dari pendaratan mesin penjelajah bukanlah inti dari misi ini, melainkan bonus. Badan antariksa menggunakan perangkat keras yang kokoh untuk bia mengambil gambar ini. Secara keseluruhan, sekitar 30GB data di ambil selama proses pendaratan, dengan total 23.000 gambar. NASA akan menggunakan informasi yang didapat ini untuk memperdalam pengetahuan tentang teknologi untuk memasuki atmosfer, proses terjun dan pendaratan di Mars dan di planet lainnya di tata surya untuk masa depan.

Salah satu masalah pendaratan yang menjadi fokus dalam rekaman terbaru ini adalah debu yang terlempar saat mendekati permukaan planet Mars. Debu itu membuat asap yang sangat tebal. Ini akan menjadi masalah penting karena NASA berencana untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa yang lebih besar, dan pada akhirnya misi pendaratan untuk manusia di planet merah ini.

“Sejauh yang saya tahu, tidak ada landasan pendaratan atau tongkang di Mars,” kata Chen. “Ini adalah tantangan besar bagi kami untuk maju, dengan kendaraan yang lebih berat dserta mesin yang semakin besar, dan itulah mengapa mengumpulkan informasi ini sangat penting.”

Data visual akan membantu para ilmuwan dan insinyur mengkalibrasi model mereka untuk debu, karena mereka memiliki informasi yang tepat tentang daya dorong mesin dan bagaimana caranya untuk bisa mengetahui saat mesin sudah mendekati permukaan.

Ada lebih dari sekedar suguhan visual yang dirilis pada hari Senin selama konferensi pers kemarin. Untuk pertama kalinya, penjelajah merekam audio dan mengirimkannya kembali ke Bumi, menangkap apa yang terdengar seperti embusan angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *